Triyono Keitaro
 
Pengenalan
Daftar Blog Lainnya
Kategori
Alexa Rank

DNA Siap Gantikan Hard Drive

DNA Siap Gantikan Hard Drive
Metrotvnews.com: Di masa yang akan datang, DNA tidak hanya dapat menyimpan cetak biru hidup manusia. Akan tetapi juga bisa menjadi rumah bagi dokumen, musik atau video yang tidak mungkin disimpan dalam format kecil yang bisa menyimpan data selama ribuan tahun.

Peneliti di European Bioinformatics Institute di Hinxton, Inggris, mendemonstrasikan sebuah metode baru untuk mengodekan beberapa format file komputer yang biasa. Mereka juga memperkirakan media penyimpanan biologis tersebut siap bersaing dengan hard drive dalam waktu beberapa dekade ke depan.
 

Kerapatan penyimpanan informasi DNA setidaknya 1.000 kali lebih besar daripada media yang ada. Namun, biaya pengembangan teknologinya sekarang ini masih terlalu tinggi sehingga metode penyimpanan informasi digital konvensional diperkirakan masih akan digunakan untuk periode yang lama. 

Padahal, tape magnetis yang biasa digunakan untuk menyimpan arsip bisa rapuh dan kehilangan pelapisnya dalam waktu beberapa dekade saja. Bahkan, jika fisiknya masih utuh, format penyimpannya selalu berubah. Artinya, data harus ditransfer ke format baru. Kalau tidak, pengguna tak akan dapat membacanya.

Sebaliknya, DNA tetap stabil sepanjang masa dan akan menjadi format yang selalu siap digunakan. "Kami ingin memisahkan media penyimpanan dari mesin yang akan membacanya," kata kepala proyek, Nick Goldman.

"Kami akan selalu memiliki teknologi yang dapat membaca DNA," tambahnya.

Goldman mencatat bahwa DNA tetap stabil dalam waktu lama jika berada dalam kondisi beku.

Peneliti Inggris mengodekan DNA dengan MP3 Martin Luther King Jr. dalam pidatonya yang berjudul I Have a Dream, file PDF berisi laporan ilmiah dan file teks ASCII tentang soneta Shakespeare, serta foto warna berformat JPEG. Kerapatan file DNA mencapai 2,2 petabita per gram.

Sebelumnya, yang lain telah mendemonstrasikan penyimpanan data DNA. Pada musim panas tahun ini, tim peneliti yang dipimpin profesor genetika dari Harvard University, George Church, menggunakan teknologi untuk mengodekan sebuah buku.

Berbeda dengan riset baru tersebut, saat itu peneliti berfokus pada desain penelitian yang praktis dan toleran terhadap kesalahan.

Untuk membuat file DNA, peneliti menciptakan peranti lunak (software) yang mengonversikan 1s dan 0s dari dunia digital ke alfabet genetis berbasis DNA yang dilabeli A, T, G dan C. Program tersebut menjamin tidak ada basis yang diulang seperti AA atau GG. 

File dibagi menjadi beberapa segmen. Tim peneliti bekerja sama dengan perusahaan Agilent Technologies di Santa Clara, California, lalu menyintesis fragmen DNA dan mendemonstrasikan bahwa mereka dapat merangkainya serta merekonstruksikannya dengan tepat.

Hasil riset mereka itu ditulis dalam jurnal Nature. Tim Goldman memprediksi pengodean data di dalam DNA mengabiskan biaya US$12.400 per megabita, lalu ditambah US$220 per megabita untuk membaca kembali data. Jika harga sintesis DNA turun, media penyimpanan berbasis DNA diperkirakan akan lebih murah daripada yang berbentuk tape magnetis. (Mashable/OL-12)
 
Metrotvnews.com
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 24 Januari 13 - 09:01 WIB
Dalam Kategori : DNA, HARD, DRIVE
Dibaca sebanyak : 1828 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback