Triyono Keitaro
 
Pengenalan
Daftar Blog Lainnya
Kategori
Alexa Rank

Ilmuwan Garap "Jubah Gaib" ala Harry Potter

Ilmuwan Garap "Jubah Gaib" ala Harry Potter
WASHINGTON - Sebuah perusahaan asal Kanada bersama militer Amerika Serikat (AS) sedang mengembangkan kain yang dilengkapi dengan teknologi pembelok gelombang cahaya. Teknologi tersebut membuat orang yang ditutupi kain tidak dapat terlihat mata.

Dilansir dari Indian Express, Rabu (11/12/2012), teknologi yang disebut sebagai Quantum Stealth tersebut berfungsi layaknya jubah gaib dalam film Harry Potter. Kain dengan teknologi itu diklaim bisa membuat prajurit di medan pertempuran jadi sepenuhnya tak terlihat.

Sayangnya, pengembangan kain tersebut juga sangat dirahasiakan dan perusahaan Hyperstealth Biotechnology Corporation menolak untuk menunjukkan teknologi itu. Mereka hanya menampilkan sedikit petunjuk saja melalui situsnya.

CEO Hyperstealth Bioteknologi Corporation, Guy Cramer mengatakan tidak peduli dengan sikap skeptis beberapa pengamat terhadap klaim perusahaannya. 

"Dua kelompok komando terpisah dalam militer AS dan dua terpisah kelompok Militer Kanada serta Federal Emergency Response Team (Counter Terrorism) telah melihat materi yang sebenarnya sehingga mereka bisa memverifikasi bahwa saya tidak memanipulasi hasil video atau foto," kata Cramer.

"Kelompok-kelompok ini sekarang tahu bahwa teknologi itu bekerja dan melakukannya tanpa kamera, baterai, lampu atau cermin, ringan dan cukup murah. Baik militer AS dan Kanada telah mengonfirmasi bahwa ia juga dapat digunakan untuk mengantisipasi teropong inframerah," imbuhnya.

Dalam situs perusahaannya, Cramer menyatakan bahwa dia tidak bisa mengungkap detil tentang cara kain penyamaran tersebut membelokkan gelombang cahaya.
 
www.okezone.com
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 12 Desember 12 - 10:14 WIB
Dalam Kategori : JUBAH, GAIB, HARRY, POTTER, ILMUWAN
Dibaca sebanyak : 1475 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback